jump to navigation

White Shoes & The Couples Company 03/14/2009

Posted by ageng in Band Indie, Musik.
Tags: , ,
trackback

PhotobucketWhite Shoes & The Couples Company sebuah band yang dipengaruhi oleh soundtrack film Indonesia tahun 70an dan terinspirasi spirit akustik musisi jazz klasik tahun 1930 . Diperbarui dan diaransemen dengan pengaturan dawai – dawai klasik, disco beat retro, dengan balada akustik yang easy listening, dan dicampur dengan nada – nada keyboard tahun 1970 buatan Toys .

White Shoes & The Couples Company beranggotakan Mrs Sari ( Vokal / Finger Snaps ) Mr Rio ( Gitar Akustik / Vokal ), Mr Saleh ( Gitar Listrik / Vokal ) Mr Ricky ( Kontra Bass / Cello / Bass / Vokal ), Mrs Mela ( Piano / Biola Alto / Keyboards / Vokal ), Mr Yohanes ( Drum / Vibes )

White Shoes & The Couples Company di bentuk Agustus 2002, di institut seni Cikini, Jakarta pusat . Berawal dari sepasang kekasih di fakultas seni yaitu Rio dan Sari yang memutuskan untuk membentuk sebuah band dengan teman mereka yang bernama Saleh. Ini merupakan debut pertama dari White Shoes & The Couples Company, dengan Sari sebagai vocal dan pemain biola, Rio memegang gitar rythm dan Saleh pada gitar melody. Bertiga mereka memulai debut pertamanya di event – event yang di adakan di dalam universitas. Trio ini keluar dari rencana awal mereka dan meminta couple dari fakultas musik untuk bergabung dengan band mereka. Dimana couple beranggotakan Ricky Surya Virgana & Mela Virgana .

Lagu pertama dari White Shoes & The Couples Company adalah “ Runaway Song ” yang ditulis oleh Sari dan Rio.Lagu keduanya yaitu ” Windu & Defrina “, dilanjutkan dengan lagu “ Sunday Memory Lane ” dan “ Nothing To Fear “.

White Shoes & The Couples Company yang dimanajeri oleh Indra Ameng adalah cerita lain. Indra Ameng adalah seorang manajer yang terkenal, sebelumnya ia adalah manajer sebuah band lama yang terkenal pada tahun 1990 bernama Rumahsakit . Meskipun demikian, White Shoes & The Couples Company dan Indra Ameng tidak bertemu dalam dunia musik, namun di dalam dunia seni visual. Hal ini dikarenakan Indra Ameng merupakan seorang seniman visual dan koordinator program seniman di Jakarta, yang disebut ruangrupa.

Awalnya White Shoes & The Couples Company tidak memiliki pemain drum, kemudian Ricky mengajak seorang teman dari fakultas musik yaitu Yohanes Navid a.k.a Lau Kun Sin sebagai pemain drum untuk bermain dalam sebuah event di Bar BB. Tidak lama kemudian Yohanes menjadi suatu pemain drum permanen di tahun 2004. Akhirnya formasi akhir dari White Shoes & The Couples Company telah terbentuk .

White Shoes & The Couples Company merekam album pertama mereka yang berisikan 11 lagu di bawah Aksara records, sebuah indie label yang ada di Jakarta. Di bulan Agustus 2005, album ini diluncurkan oleh Aksara records dan didistribusikan oleh Musik Universal Indonesia di Indonesia. Album ini telah terjual sampai 15.000 copy, dan itu merupakan langkah awal untuk sebuah band indie .

Di tahun yang sama White Shoes & The Couples Company telah mendistribusikan sebuah lagu dalam Soundtrack film ” Janji Joni” yang diproduksi oleh Kalyana Shira films . Film ini menjadi hits di bioskop – bioskop dan juga salah satu lagu dari band ini yaitu ” Senandung Maaf “, menjadi lagu yang paling sering diputar di seluruh radio di Indonesia. Di tahun 2006, White Shoes & The Couples Company bekerjasama dengan Kalyana Shira Film untuk membuat 2 soundtrak lagu untu film ” Berbagi Suami”.

www.whiteshoesandthecouplescompany.org

PhotobucketPhotobucket

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: