jump to navigation

Cerpen 03/26/2009

Posted by ageng in Cerpen, Sastra.
Tags: ,
trackback

Begitupula Ayah

Karya : Ageng Bella Dinata

Seorang wanita akan merasa menjadi Ibu ketika ia mengandung anaknya, begitupula aku merasa telah menjadi seorang ayah ketika melihatmu yang mungil, dengan tangis kecil yang membuatku terharu, tersenyum, namun menahan air mata .

Ayah tidak pernah berkata akan menjadi panutan yang baik bagimu, namun setelah ibumu meninggal 5 tahun yang lalu, ayah hanya inginkan semua yang terbaik bagi dirimu, hanya itu . Ayah tidak mungkin mencari pengganti Ibumu, ia terlalu baik, tidak ada seorangpun yang dapat menggantikan posisinya dihati ayah, tidak terkecuali kau anakku .

Dengarkanlah nak, ayah mengatakan ini ketika terjaga di waktu malam, melihat dirimu meringkuk tertidur di atas karpet coklat yang kumal . Kedua tanganmu mendekap erat tubuhmu yang kurus, rambutmu yang hitam melekat erat pada dahimu yang lembab dan bagian belakang kaos putihmu yang basah terkena keringat . Ketika kau datang menjemputku, sebuah sapuan sesal yang amat dalam menerpa . Ayah tidak menyalahkan kau yang tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, dan mungkin selama ini memang ayah terlalu keras di dalam mendidikmu .

Begitu kasarnya diriku, ayah membentakmu ketika kau tidak membersihkan bagian belakang telingamu dan ketika sebelum sarapan kau lupa mencuci kedua tanganmu . Ayah berteriak marah ketika sepulang sekolah kau tidak pulang terlebih dahulu atau karena kotornya bajumu setelah bermain dengan teman – temanmu .Saat makan malampun ayah juga memarahimu, kau meludahkan makananmu . Kau menelan terlalu terburu – buru . Kau mengecap saat memakan makananmu dan kau menyisakannya tanpa menyadari betapa berharganya tiap butir nasi bagi mereka yang membutuhkan .

Hal itu berulang lagi setiap hari, setiap waktu . Pernah sekali ayah memaki – maki dirimu, ketika kau keluar dari pintu gerbang sekolah dengan pakaian yang kotor dan banyak goresan di sekujur tubuhmu . Seragam ini mahal — dan kalau kau yang harus membelinya, kau akan lebih berhati – hati ! Bayangkan itu, Nak, itu keluar dari mulut seorang ayah .

Apakah kau ingat tadi, ketika kau menjemputku, kau terdiam, bagaimana kau akan lupa dengan masa lalu kelammu yang tampak jelas dari kedua mata itu . Ayah mengamatimu dengan cermat, memandang dari ujung rambut hingga lutut . Tiba – tiba kau memelukku dengan erat, dan ayah merasakan sebuah kehangatan, kehangatan besar yang telah Tuhan ciptakan dihatimu walau dengan segala perbuatan kasarku dahulu .

Nah nak, tahukah kamu bahwa air mata ini mengalir sesudah kau memeluk erat tubuhku . Kebiasaan apa yang telah ayah lakukan ? Mencerca dirimu, memarahimu, membentak dirimu, inikah hadiah untukmu sebagai anak laki – lakiku . Sungguh, bukan berarti ayah tidak mencintaimu, namun ayah terlalu berharap lebih darimu . Mengukur dirimu dengan kayu – kayu tahun dari masalalu ku .

Nak, ini merupakan sebuah rasa tobat yang lemah . Ayah benar – benar malu saat ini . Tenanglah, esok ayah akan menjadi ayah yang lebih baik, yang menangis ketika kau menangis dan tertawa saat kau tersenyum bahagia . Ayah akan menggigit lidah ayah ketika hujaman, cacian dan makian keluar dari mulut tua ini dan ayah akan selalu melafalkan kata ini seperti sebuah ritual “ Dia hanya seorang anak laki – laki .“

Ayah takut telah membayangkan dirimu sebagai seoranh laki – laki dewasa. Ayah sekarang memperhatikanmu nak, meringkuk letih di dalam pembaringanmu, kau masih seorang bayi, kemarin kau masih dalam gendongan ibumu . Ayah sudah meminta terlalu banyak , sungguh terlalu banyak .

Terinspirasi dari catatan kecil W. Livingstone Larned

Advertisements

Comments»

1. imel - 10/24/2009

hehe.
sampe mo nangis bacanya. 😦

uky : waduh , treams dah mau baca . . .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: