jump to navigation

Novel Laskar Pelangi vs Film Laskar Pelangi 04/13/2009

Posted by ageng in Catatan Hidup.
Tags:
trackback

Pagi ini aku awali hariku dengan melihat sebuah film karya Riri Riza. Dimana film yang berdurasi 2 jam kurang 29 detik itu sedikit bisa membuatku terhanyut akan kenyataan pahit yang harus mereka lewati. Kemiskinan di lumbung timah kaya, pendidikan yang begitu seadanya, dan perjuangan untuk mempertahankan sekolah reyot mereka .

Sebenarnya aku telah membaca novel pertama karya Andre Hirarata itu sejak 3 bulan yang lalu, namun baru sekarang aku sempat untuk melihat film Laskar Pelangi itu sendiri . Bagi sebagian orang mungkin film LP memang lebih mudah dicerna dibandingkan dengan novelnya . Aku sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemui lembar terakhir dari novel tersebut . Kalau bukan karena Ibu Guruku, Bu Wewah yang memerintahkan kami untuk membuat resensi sebuah novel, tentunya aku tak akan sampai membaca kisah kesebelas anak belitong itu .

Jika orang – orang yang lebih dahulu membaca novelnya ketimbang melihat film LP, pasti kebanyakan dari mereka akan merasa kecewa . Memang selain banyak pembuangan dan perombakan dari segi ceritanya, pada film LP juga terdapat beberapa adegan yang maksudnya kurang dapat tersampaikan dengan baik . Seperti pada adegan di lomba 17an, dimana gerakan akhir mereka itu gerakan yang disebabkan karena gatal – gatal pada tubuh mereka, saya yakin yang mengetahui maksud itu hanya orang yang telah membaca novel LP terlebih dahulu ?

Tidak dapat dipungkiri, bahwa sangat sedikit sekali Andrea Hirarata menuliskan adegan percakapan atau dialog di dalam novel pertamanya itu . Hal itu menyebabkan kita bak membaca buku sejarah dimana “feel” atau perasaan karakternya tidak dapat tersampaikan dengan baik . Sedangkan pada filmnya setidaknya kita dapat melihat ekspresi dari para pemain – pemainnya . Sebuah pujian juga bagi Riri Riza, dimana pada saat itu sedang maraknya film berbau horor dan komedi yang hanya menampakkan kemolekan tubuh artis – artisnya, namun ia bersama film garapannya mampu menempatkan diri serta mendapatkan respon yang positif dari masayarakat sehingga menjadi sebuah film yang fenomenal yang menggebrak dunia perfilman di tanah air .

Jadi, di dunia ini memang tidak ada yang namanya sempurna . Novel ataupun Film Laskar Pelangi sama – sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing . Intinya biar mantap baca novelnya kemudian tonton tuh filmnya . Yang penting kita dapat menghayati amanat dari cerita tersebut . O_K

Advertisements

Comments»

1. Bocah Cilacap - 05/14/2009

Nek blogge enyong LaskarKOMPENI… Meh kembar karo laskarpelangi…. Lam kenal Broooooo!!!!

Uky : Salam kenal juga mas, Wakakaka, LaskarKompeni ? tetep siiiiiiiiip aja .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: